Kamis, 27 Juni 2013

Kancing Genetika

Inget banget waktu zaman-zaman kuliah praktikum pake kancing genetika...
Dari zaman "bareto" banget alias dari zaman SMA udah penasaran banget sama benda "asing" itu..
KANCING GENETIKA.. dari namanya udah rada aneh, apa hubungannya genetika sama kancing coba??
:D

Sekitar tahun ke 3 menjadi seorang mahasiswa pendidikan biologi, akhirnya kepenasaran itu terjawab, waktu itu ngontrak mata kuliah Genetika, kebetulan dosennya sudah tiada dan akhirnya digantikan oleh seorang asisten dosen yang cukup saya kagumi kepribadiannya... ^_* (ting!!)

Oke, berawal dari soal hukum Mendel 1 (hukum segregasi) dan hukum Mendel 2...
Tentang bunyi kedua hukum tersebut tentunya sudah tak perlu dibahas lagi karena udah familiar banget, dari sejak BIOLOGI kelas 3 SMA hal ini udah dibahas bahkan dijadikan soal di UN.
Intinya, hukum mendel 1 menerangkan bahwa perbandingan genotipe dari hasil persilangan antara 2 individu yang memiliki satu sifat beda adalah 1:2:1 sedangkan perbandingan fenotipe nya adalah 3:1. Sedangkan hukum mendel 2 menjelaskan bahwa perbandingan fenotipe dari hasil persilangan antara 2 individu yang memiliki dua sifat beda adalah 9:3:3:1.

Lalu apa hubungannya dengan kancing Genetika?
Kancing genetika adalah sebuah alat peraga untuk menyelidiki kemungkinan kombinasi gen serta prinsip-prinsip genetik, diantaranya persilangan dihibrid dan monohibrid. Kancing-kancing genetika ini dalam satu kotak kayu atau plastik yang disebut "KOTAK GENETIKA" terdapat  500 pasang kancing dengan kombinasi 5 warna. Nah, tiap kancing genetika itu sebenarnya berpasangan, satu kancing bisa kita belah menjadi 2, satu sisi dengan pengunci (kerap kali disebut "si jantan") dan sisi lainnya tanpa pengunci (kerap kali disebut "si betina"). Seperti inilah kotak genetika dengan kancing genetika itu. 


Gambar 1. Kotak Genetika


Terus cara menggunakannya bagaimana?
It's so easy to use... tapi tetap harus disesuaikan dengan tujuan praktikumnya dulu. Disini saya akan membahas untuk penggunaan persilangan monohibrid dengan dihibrid.

Persilangan Monohibrid
Untuk melakukan praktikum ini, kita hanya membutuhkan 2 warna dari kancing genetika. Tidak ada penentuan warna, alias sesuka hati kita.. :D misalnya warna hitam dan putih.
Next, kita belah-belah dulu tiap kancing sehingga terpisah antara "si jantan" dan "si betina". Selanjutnya seperti prosedur saat praktikum saya dulu waktu kuliah.

1.      Menentukan bahwa kancing warna hitam merupakan sifat dominan (bulat) sedangkan kancing warna putih merupakan sifat resesif (kisut).
2.     Memisahkan kancing jantan dan kancing betina untuk kedua warna.
3.     Memasukan kancing jantan baik berwarna hitam dan putih ke dalam kotak yang sama, begitu pula kancing betina, memasukannya ke dalam kotak yang berbeda.
4.     Mengambil masing-masing antara yang jantan dengan kancing yang betina dari masing-masing kotak. Mata kamu harus dalam keadaan tertutup.
5.     Melakukan langkah no.4 hingga kancing genetika pada tiap kotak habis.
6.  Mencatat tabulasi hasil pengambilan kancing.

Hasil yang diharapkan pada praktikum ini adalah terbuktinya perbandingan fenotip 1:2:1, namun berdasarkan pengalaman saat kuliah hanya sekitar 20% praktikan yang dapat membuktikan hal tersebut. Sedangkan 80% lainnya tidak berhasil. Secara umum kesalahan terjadi karena pada saat pengambilan secara acak dan memasangkan kancing genetik terjadi kesalahan disebabkan oleh kurangnya ketelitian dalam pencatatan hasil persilangan, terjadi pengambilan kancing yang lebih atau kurang di dalam kotak, dan kurang kompaknya para praktikan dalam mengambil kancing, menyebutkan, dan mencatatnya sehingga terdapat perbedaan rasio fenotif dan rasio genotifnya dengan hukum Mendel. Peluang menyangkut derajat kepastian apakah suatu kejadian terjadi atau tidak, dalam ilmu genetika segregasi dan rekombinasi gen juga didasarkan pada hukum peluang. Rasio persilangan heterozigot adalah 3:1 jika sifat tersebut diturunkan secara dominan penuh. Jika terjadi persilangan dan hasilnya tidak sesuai dengan teori, kita dapat menguji penyimpangan ini dengan uji Chi-square degan rumus sebagai berikut:

X2 = ∑ (O.E)2 : E
dengan:
X2 = Chi Quadrat
O = Nilai pengamatan
E = Nilai harapan
∑ = Sigma ( Jumlah dari nilai-nilai)

Persilangan Dihibrid
Untuk melakukan praktikum ini, hanya berbeda sedikit dengan persilangan monohibrid. Dalam persilangan ini kita  membutuhkan 4 warna dari kancing genetika. Tidak ada penentuan warna, alias sesuka hati kita.. :D misalnya warna hitam-putih dan merah-kuning
Next, kita belah-belah dulu tiap kancing sehingga terpisah antara "si jantan" dan "si betina". Selanjutnya seperti prosedur saat praktikum saya dulu waktu kuliah.

  1.  Memisahkan kancing genetika sebanyak 4 warna, masing-masing warna 50 buah.
  2. Menentukan bahwa kancing warna hitam merupakan sifat dominan (bulat) sedangkan kancing warna putih merupakan sifat resesif (kisut), dan menentukan bahwa kancing warna merah sifat dominan resesif (hijau) sedangkan warna kuning bersifat dominan (kuning). 
  3. Memisahkan tiap-tiap warna menjadi dua bagian yang sama, satu bagian sebagai gamet jantan dan satu bagian yang lain menjadi gamet betina.
  4.  Mengancingkan dua kancing menjadi satu dengan kombinasi warna yang berbeda-beda. Caranya 2 orang (Kamu dan rekan kamu) memegang masing-masing 2 warna, misal kamu memegang warna hitam-putih dan rekan kamu memegang warna merah-kuning. Saat memasangkan, mata dalam keadaan tertutup dan harus serentak antara kamu dengan rekan kamu.
  5. Mencatat dalam tabel yang telah tersedia.
Jika hasil percobaan mendekati nilai teoritis dapat disebut data yang diambil itu baik, dan tak ada faktor lain yang mengganggu. Namun, jika perbandingan nilai pengamatan dengan nilai harapan makin menjauhi angka 1, data itu buruk, dan pernyataan fenotif tentang karakter yang diselidiki berarti dipengaruhi oleh faktor lain (berdasarkan nilai peluang yang diperoleh dari perhitungan dengan rumus chi-kuadrat).

Source:
http://www.karyagrahaagung.com/functs/viewthumb.php?id=foto_apbfs_96_6.gif&w=500%22
http://id.wikipedia.org/wiki/Kotak_genetik
Heryana, Nanang dan Rahma Mardia. (2011). Penuntun Praktikum Genetika. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi.
http://endick.wordpress.com/2008/01/30/percobaan-mendel-2/ 
http://erikarianto.wordpress.com/2008/01/07/persilangan-dihibrid/
http://www.scribd.com/doc/16648889/Laporan-Persilangan-Dihibrida 
http://images.dwiuwi.multiply.multiplycontent.com 
http://imapoenya.blogspot.com/2010/11/laporan-genetika-persilangan-monohibrid.html 
http://suaramahasiswafaperta.blogspot.com/2011/03/laporan-praktikum-genetika-hukum-mendel.html 
http://www.scribd.com/doc/27992718/Praktikum-Vii-Genetika-Topik-Tujuan-Persilangan

Tema : Sel adalah Unit Dasar Bagi Struktur dan Fungsi Organisme

Dalam jenjang struktural kehidupan, sel memiliki tempat istimewasebagai tingkat organisasi terendah yang dapat melakukan semua aktivitas yang dibutuhkan agar tetap hidup. Terlebih lagi, semua aktivitas organisme didasarkan pada aktivitas sel. Misalnya pembelahan sel untuk membentuk sel-sel baru adalah dasar bagi semua reproduksi dan bagi pertumbuhan serta perbaikan organisme multiselular. Contoh lain, pergerakan mata Anda saat membaca baris ini didasarkan pada aktivitas sel otot dan sel saraf. Bahkan suatu proses global seperti siklus karbon merupakan produk kumulatif dari aktivitas selular, termasuk fotosintesis yang terjadi dalam kloroplas sel daun. Memahami bagaimana sel bekerja merupakan salah satu fokus utama riset biologi.

Semua sel memiliki ciri-ciri tertentu yang sama. Misalnya, setiap sel diselubungi oleh membran yang meregulasi lalu lintas materi antara sel dan lingkungannya. Setiap sel juga menggunakan DNA sebagai informasi genetik. Akan tetapi, kita dapat membedakan dua bentuk utama sel, sel prokariot dan sel eukariot. Sel-sel pada dua kelompok mikroorganisme yang disebut bakteri dan arkea adalah sel prokariot. Semua bentuk lain kehidupan, termasuk tumbuhan dan hewan, tersusun atas sel eukariot.


Sel eukariot (eukaryotic cell) terbagi oleh membran internal menjadi berbagai organel terselubung-membran, misalnya yang Anda lihat pada gambar diatas. Pada sebagian besar sel eukariot, organel terbesar adalah nukleus (inti), yang mengandung DNA sel. Organel lain terletak dalam sitoplasma, keseluruhan wilayah antara nukleus dan membran terluar sel. Seperti yang ditunjukan pada gambar di atas, sel prokariot jauh lebih sederhana dan umumnya lebih kecil daripada sel eukariot. Dalam sel prokariot (prokaryotic cell), DNA tidak dipisahkan dari bagian sel yang lain oleh selubung di dalam nukleus yang dibatasi membran. Sel prokariot juga tidak memiliki organel terselubung membran lain yang mencirikan sel eukariot. Namun, terlepas dari apakah suatu organisme memiliki sel prokariot atau eukariot, struktur dan fungsinya bergantung pada sel.


 Source :


Tema : Struktur dan Fungsi Berkorelasi pada Semua Tingkat Organisasi Biologis

Dalam kehidupan, terdapat sebuah gagasan bahwa bentuk sesuai dengan fungsi dan hal tersebut bisa Anda sadari dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya obeng disesuaikan untuk mengencangkan atau melonggarkan sekrup, martil sesuai untuk memalu paku. Bagaimana suatu alat bekerja berkolerasi dengan strukturnya. Pada biologi, gagasan ini menjadi panduan bagi anatomi kehidupan pada semua tingkat strukturalnya. Contohnya terlihat pada daun: Bentuk daun yang tipis dan pipih memaksimalkan banyak cahaya yang dapat ditangkap oleh kloroplas. Menganalisis suatu struktur biologis memberi kita petunjuk mengenai apakah struktur tersebut dan bagaimana bekerjanya. Sebaliknya mengenai fungsi sesuatu memberikan wawasan mengenai konstruksinya. Dari kingdom hewan, sayap burung menjadi contoh tambahan bagi tema struktur-fungsi ini. Berikut ini beberapa peraga mengenai tema struktur-fungsi:

(a) sayap seekor burung memiliki bentuk yang efisien secara aerodinamis.










(b) tulang-tulang sayap memiliki struktur internal seperti sarang lebah yang kuat namun ringan.








(c) otot-otot terbang dikontrol oleh neuron (sel saraf), yang meneruskan sinyal. Dengan penjuluran yang panjang, neuron memiliki struktur yang amat baik untuk komunikasi dalam tubuh.








(d) Otot-otot terbang memperoleh energi dalam bentuk yang bisa digunakan dari organel yang disebut mitokondria. Mitokondria memiliki membran dalam yang sangat berlipat-lipat. Molekul yang tertanam pada membran dalam melaksanakan banyak langkah dalam produksi energi, dan pelipatan ke dalam mengemas membran sangat luas  ini kedalam wadah yang kecil.

Sekarang... coba Anda pikirkan! 
Bagaimana bentuk tangan manusia bisa sesuai dengan fungsinya?

Rabu, 26 Juni 2013

Kejutan-Kejutan Sang Pencipta

Kejutan-kejutan itu datang tak sedikitpun memberi tahu tentang kedatangannya...

Hal pertama adalah mencairnya penunjang pendidikan siklus ke-2, rasa senangnya hingga ingin memakan semua ramen yang ada di OISHI!! :D

Hal yang kedua adalah perayaan hari jadi relationship yang ke-2 tahun, rasanya mimpi bisa benar-benar dicintai dan disayangi hingga 2 tahun... :*

Hal yang ketiga adalah hal yang mungkin bisa dikatakan "apes-nya" saingan yang tak pernah bermain sportif... dunia nya seakan dibalikan oleh Alloh 180 derajat! Tak ada lagi binar-binar kekaguman padanya, semua orang yang awalnya simpati menjadi sangat kecewa dan yang pada awalnya begitu tersakiti olehnya merasa inilah hal yang mereka tunggu untuk membalas sakit hatinya...

Hal yang keempat adalah menjadi mahasiswa dengan grade "tertinggi" di jurusan, rasa bangga dan senangnya  hingga ingin terbang ke langit dan berguling-guling di awan... :p #meski saat dirasa-rasa rasa senangnya seakan sedikit hambar...

Hal kelima adalah akhirnya gelar S.Pd. itu dapat diraih... dengan bangga berfoto dengan keluarga dan kekasih sambil bertoga lengkap dengan kebaya yang indah dan riasan yang cantik... sungguh sangat ISTIMEWA!!! :D :D

Hal keenam adalah hal yang mungkin menjadi rasa pahitnya setelah begitu banyak hal yang manis. Sulitnya mencari pekerjaan menjadi seorang guru karena adanya kebijakan Pemerintah yang dirasa hanya menguntungkan beberapa pihak di "KOTA" saja... rasanya ingin berteriak dihadapan wajah yang membuat kebijakan itu "PEngHalang NIAT BAIK orang!!" :/

Hal ketujuh adalah hal yang masih sama, meski akhirnya ada binar-binar cahaya tapi sesungguhnya ini adalah jurang yang kelam. Betapa inginnya bekerja hingga harus terjebak disebuah lembaga yang selalu menyebut diri mereka memiliki segala kebaikan dibanding yang lainnya. Memang untuk hal strategi mereka begitu "WAHID" tak ada yang bisa menandingi sejauh ini... tapi untuk soal memperlakukan seseorang bisa dikatakan paling "Loser". MEngapa tidak? Kenapa harus terus setiap kali membahas soal almamater seorang pelamar dengan menjelek-jelekannya tapi si pelamar itu bukannya langsung di "DEPAK" tapi diberi kesempatan... hingga akhirnya perasaan ini yang aku rasa... HArusnya dididik keras itu membangkitkan semangat, yang ada hanyalah perasaan sinis ingin pergi dari bayang-bayangnya... sungguh sangat buruk perasaan ku setiap hari... #Kamis ini saya resign pak! :)

Hal kedelapan adalah.... rasanya belum ada,, semoga hal inilah yang aku inginkan dan aku perjuangkan dengan terus memohan dan meminta pada Alloh, menjadi seorang GURU BIOLOGI dan PNS guru ataupun PNS DINAS... Semoga segala ikhitiar dan kesabaran ini membuahkan hal yang indah sebagai hadiah terindah dari Alloh kepada aku sebagai hambanya... AMIIn... :D

Sabtu, 14 Juli 2012

My First KKN... OMEGOT :(

Alhamdulillaaaah... pada baek2... :))
Semoga solid sampai akhirrrrr....
Amiiin...
FIGHTING!!!

Rabu, 11 Juli 2012

Laporan Tekanan Akar


Air merupakan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. Air  mempunyai peranan sangat penting karena air merupakan bahan pelarut bagi kebanyakan reaksi dalam tubuh makhluk hidup. Air juga digunakan sebagai medium enzimatis. Air sangat penting bagi tumbuhan. 30% sampai 90% berat tumbuhan tersusun atas air. Tumbuhan menggunakan air pada proses fotosintesis. Mineral-mineral yang diserap oleh akar harus terlarut juga dalam air. 
Potensi air di atmosfer umunya lebih rendah daripada potensi air dalam tanah. Perbedaan potensi air ini menimbulkan daya dorong terhadap translokasi air dari larutan tanah, melewati tanaman ke atmosfer. Penyerapan air berkaitan dengan metabolisme dan faktor lain yang berpengaruh pada metabolisme sebagai pengaruh tidak langsung. Rendahnya suhu, kurangnya oksigen dan senyawa toksik akan menekan penyerapan air, karena akan mengganggu metabolisme. Demikian halnya aliran air antara vakuola dan sitoplasma dikendalikan oleh perbedaan potensi air. Faktor yang mempengaruhi penyerapan air yaitu: faktor lingkungan seperti ketersediaan air, aerasi, konsentrasi larutan tanah, suhu dan faktor tanaman seperti laju transpirasi tanaman, sistem perakaran, metabolisme.
Adanya dua teori mengenai pengangkutan air dan mineral ke atas oleh xilem, yaitu teori tekanan akar dan teori Dixon-Zoly. Teori tekanan akar menyatakan bahwaair dan mineral terangkut ke ataskarena adanya tekanan akar. Diduga, tekanan akar ini terjadi karena perbedaan konsentrasi air pada air tanah dengan cairan pada saluran xilem. Menurut teori Dixon-Zoly, naiknya air ke atas disebabkan karena tarikan dari atas, yaitu daun yang melakukan transpirasi. Meskipun ada beberapa teori tentang pengangkutan air dan mineral di dalam tumbuhan, proses yang berperan penting adalah osmosis, difusi, dan transpor aktif.

Powerpoint Mata Kuliah Kapita Selekta

HAiii... buat yang butuh, ini nih... dari Dosenku tercinta (Prof. Dedi)... buat bahan UAS
But!! follow my blog dlu yaaah... :))


http://www.4shared.com/file/M3gXove8/BAHAN_PENGEMBANGAN_BAHAN_AJAR_.html

NO PLagiaTT...

Laporan Kromatografi


         Tumbuhan memiliki berbagai macam pigmen yang terdapat pada daunnya. Pigmen tersebut berfungsi dalam menangkap cahaya untuk keperluan fotosintesis yaitu suatu reaksi anabolisme yang menghasilkan senyawa glukosa dan oksigen. Adapun pigmen yang berperan adalah klorofil atau zat hijau pada daun. Dalam fotosintesis, klorofil merupakan katalisator fotosintesis yang sangat penting dalam semua jaringan tumbuhan berfotosintesis. Selain klorofil, di dalam tumbuhan juga terdapat pigmen warna lain yang disebut karotenoid. Selain sebagai pigmen warna, karotenoid juga membantu dalam fotosintesis. Terdapat lebih dari 300 jenis karotenoid, tetapi yang terdapat dalam tumbuhan tinggi hanya sedikit, umumnya berupa karoten. Salah satu turunan karotenoid, yaitu hidrokarbon tak jenuh turunan likopen atau turunan likopen teroksigenesi dikenal sebagai xantofil. Xantofil yang umum terdapat berupa monohidroksikaroten (ketrin dan rubixantin),dihdroksi-karoten (zeakantin)atau dihidroksi-epoksikaroten(violaxantin).
              Untuk mengetahui pigmen-pigmen yang berada dalam daun suatu tumbuhan maka dilakukan suatu cara yang dinamakan kromatografi. Kromatografi adalah teknik pemisahan warna yang paling sederhana dengan teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponen-komponen campuran tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam (padat atau cair) dan fase.Kromatografi pertama kali diberikan oleh Michael Tswett, seorang ahli botani Rusia, pada tahun 1906.
             Proses kromatografi didasarkan pada perbedaan distribusi dari penyusunan cuplikan antara dua fasa, salah satu diantaranya bergerak secara berkesinambungan dalam arah tertentu dan di dalamnya zat-zat itu menunjukkan perbedaan mobilitas disebabkan adanya perbedaan dalam absorpsi, partisi, kelarutan, tekanan uap, ukuran molekul atau kerapatan muatan ion. Ada beberapa macam kromatografi, yaitu:
       a.       Kromatografi Lapis Tipis
Yaitu kromatografi yang menggunakan lempeng gelas atau alumunium yang dilapisi dengan lapisan tipis alumina, silika gel, atau bahan serbuk lainnya. Kromatografi lapis tipis pada umumnya dijadikan metode pilihan pertama pada pemisahan dengan kromatografi.
      b.      Kromatografi Penukar Ion
Merupakan bidang khusus kromatografi cairan-cairan. Seperti namanya, system ini khusus digunakan untuk spesies ion.
      c.       Kromatografi Penyaringan Gel
Merupakan proses pemisahan dengan gel yang terdiri dari modifikasi dekstran-molekul polisakarida linier yang mempunyai ikatan silang.Kromatografi permeasi gel merupakan teknik serupa yang menggunakan polistirena yang berguna untuk pemisahan polimer.
      d.      Elektoforesis
Merupakan kromatografi yang diberi medan listrik disisinya dan tegak lurus aliran fasa gerak. Senyawa bermuatan positif akan menuju ke katode dan anion menuju ke anoda. Sedangkan kecepatan gerak tergantung pada besarnya muatan.
       e.       Kromatografi Kertas
Merupakan kromatografi cairan-cairan dimana sebagai fasa diam adalah lapisan tipis air yang diserap dari lembab udara oleh kertas jenis fasa cair lainnya dapat digunakan. Teknik ini sangat sederhana.
Prinsip dasar kromatografi kertas adalah partisi multiplikatif suatu senyawa antara dua cairan yang saling tidak bercampur. Jadi partisi suatu senyawa terjadi antara kompleks selulosa-air dan fasa mobil yang melewatinya berupa pelarut organik yang sudah dijenuhkan dengan air atau campuran pelarut.
Cara melakukannya, cuplikan yang mengandung campuran yang akan dipisahkan diteteskan/diletakkan pada daerah yang diberi tanda di atas sepotong kertas saring dimana ia akan meluas membentuk noda yang bulat. Bila noda telah kering, kertas dimasukkan dalam bejana tertutup yang sesuai dengan satu ujung, dimana tetesan cuplikan ditempatkan, tercelup dalam pelarut yang dipilih sebagai fasa bergerak (jangan sampai noda tercelup karena berarti senyawa yang akan dipisahkan akan terlarut dari kertas).
       Pelarut bergerak melalui serat dari kertas oleh gaya kapiler dan menggerakkan komponen dari campuran cuplikan pada perbedaan jarak dalam arah aliran pelarut. Bila permukaan pelarut telah bergerak sampai jarak yang cukup jauhnya atau setelah waktu yang telah ditentukan, kertas diambil dari bejana dan kedudukan dari permukaan pelarut diberi tanda dan lembaran kertas dibiarkan kering. Jika senyawa-senyawa berwarna maka mereka akan terlihat sebagai pita atau noda yang terpisah.

Power Point Sistem Saraf Perifer

SISTEM SARAF PERIFER public.ppsx

Metode Kuadrat


KURVA LUAS MINIMAL

(METODE KUADRAT)


LAPORAN
Dilaporkan untuk memenuhi salah satu tugas praktikum Mata Kuliah

Ekologi Tumbuhan


Disusun oleh
Kelompok 3 Kelas 3B
Aji Rahmat Fuadi
092154051
Nita Rahmawati
092154054
Ai Lita Yulianti
092154055
Wina Purnamasari D.
092154060
Nina Ratnaningsih
092154067
Ema Susanti
092154070


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2012



KURVA LUAS MINIMAL
(Metode Kuadrat)

    A.    Tujuan
   Menentukan luas petak minimum yang representatif dengan komunitas  tumbuhan yang dianalisis.

     B.     Landasan teori
Luas minimum atau kurava spesies area merupakan langkah awal yang digunakan untuk menganalisis suatu vegetasi yang menggunaka petak contoh (kuadrat). Luas minimum digunakan untuk memperoleh luasan petak contoh (sampling area) yang dianggap representatif dengan suatu tipe vegetasi pada suatu habitat tertentu yang sedang dipelajari. Luas petak contoh mempunyai hubungan erat dengan keanekaragaman jenis yang terdapat pada areal tersebut. Makin tinggi keanekaragaman jenis yang terdapat pada areal tersebut, maki luas petak contoh yang digunakan. Bentuk luas minimum dapat berbentuk bujur sangkar, empat persegi panjang dan dapat pula berbentuk lingkaran. Luas petak contoh minimum yang mewakili vegetasi hasil luas minimum, akan dijadikan patokan dalam analisis vegetasi dengan metode kuadrat.

Metode Kuadrat adalah salah satu metode dengan bentuk sampel dapat berupa segi empat atau lingkaran dengan luas tertentu. Hal ini tergantung pada bentuk vegetasi. Berdasarkan metode pantauan luas minimum akan dapat di tentukan luas kuadrat yang di perlukan untuk setiap bentuk vegetasi tadi. Untuk setiap plot yang di sebarkan di lakukan perhitungan terhadap variabel-variabel kerapatan, kerimbunan dan frekuensi. Variabel kerimbunan dan kerapatan di tentukan berdasarkan luas kerapatan. Dari spesies yang di temukan dari sejumlah kuadrat yang di buat.




Metode kuadrat pada umumnya dilakukan jika hanya vegetasi tingkat pohon saja yang menjadi bahan penelitian. Metode ini mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi, dominansi pohon dan menaksir volumenya. 
Keragaman spesies dapat diambil untuk menanadai jumlah spesies dalam suatu daerah tertentu atau sebagai jumlah spesies diantara jumlah total individu dari seluruh spesies yang ada. Hubungan ini dapaat dinyatakan secara numerik sebagai indeks keragaman atau indeks nilai penting. 

Kerapatan   (K)                       =  Jumlah individu  
                     Luas petak ukur

Kerapatan relatif (KR)            = Kerapatan satu jenis     x 100% 
                    Kerapatan seluruh jenis

Frekwensi     (F)                      =  Jumlah petak penemuan suatu jenis 
                     Jumlah seluruh petak

Frekwensi relatif  (FR)           =  Frekwensi suatu jenis  x 100%
                    Frekwensi seluruh jenis

Dominansi    (D)                     = Luas Bidang Dasar suatu jenis  
                    Luas petak ukur

Dominansi relatif   (DR)         = Dominansi suatu jenis  x 100% 
                    Dominansi seluruh jenis

Nilai Penting                              =  Kr + Dr + Fr

    C.    Alat dan Bahan
1.      Tali
2.      Patok (± 15 buah)
3.      Meteran
4.      Alat tulis Catatan

   D.     Prosedur percobaan
1.      Menetukan daerah yang akan diuji keanekaragaman vegetasinya.
2.      Membuat kuadrat pada daerah yang sudah ditentukan di tempat tersebut dengan laus 0,5 m2 x 0,5 m2.
3.   Menghitung dan mencatat jenis tumbuhan yang ada pada luas kuadrat tersebut.
4.    Kemudian kuadrat diperluas 2 kali dan menghitung kembali tambahan spesies yang baru.
5.   Perluasan kuadrat diteruskan sampai tidak ada tambahan spesies yang baru dari setiap perluasan kuadrat 2 kali luas kuadrat sebelumnya.
6.  Menghitung jumlah spesies yang ada dan perluasan kuadrat disusun dalam suatu table dan kemudian menggambar kurva. Kurva ini disebut kurva minimum.




 Pembahasan

Penelitian ini menggunakan metode kuadrat yang bertujuan untuk mengetahui luas minimum vegetasi di suatu tempat. Metode kuadrat cocok diterapkan untuk daerah mana saja namun ada sumber lain yang mengatakan bahwa metode ini lebih cocok digunakan untuk daerah dengan vegetasinya tersebar seperti vegetasi hutan dan vegetasi kompleks lainnya (berupa pohon) karena dalam metode ini dilakukan penghitungan secara manual terhadap jumlah pohon yang tumbuh, jika berupa rumput atau tumbuhan lainnya yang berupa herba pendek akan memakan waktu yang sangat lama.
      Metode ini memiliki keuntungan dalam hal bahwa metode kuadran mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi, dominansi pohon dan menaksir volumenya. Sedangkan kerugian atau kelemahannya adalah dalam hal perlu ketelitian yang ekstra dan kesabaran untuk menghitung jumlah tumbuhan yang tumbuh serta lebih baik digunakan hanya untuk menghitung vegetasi berupa pohon saja. Dari hasil pengamatan dapat dijelaskan bahwa keragaman vegetasi yang berada di kebun Botani yang terletak di belakang gedung FKIP Universitas Siliwangi cukup banyak. Hal tersebut terbukti melalui perluasan Kuadrat mencapai 8 kotak kuadrat. Dari kurva tersebut, dapat terlihat bahwa terjadi garis mendatar dari luas kuadrat I+II+III+IV+V+VI+VI dengan I+II+III+IV+V+VI+VII+VIII yang berarti sudah tidak ada penambahan spesies baru setelah luas kuadrat I+II+III+IV+V+VI+VII+VI. Sehingga dapat diketahui bahwa luas minimum untuk vegetasi di kebun Botani belakang gedung FKIP adalah luas kuadrat I+II+III+IV+V+VI+ VII+VI yaitu 4m x 2m = 8 m2.
Tabel 1. Menentukan Luas Kurva Minimum
Luas Kuadrat
Spesies
Jumlah Spesies
Penambahan Spesies
I
5
0
I+II
9
4
I+II+III
11
2
I+II+III+IV
12
1
I+II+III+IV+V
14
2
I+II+III+IV+V+VI
20
6
I+II+III+IV+V+VI+VII
20
0
I+II+III+IV+V+VI+VII+VIII
20
0
  Kesimpulan


Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa luas petak minimum yang representative dengan komunitas tumbuhan di kebun botani belakang gedung FKIP Universitas Siliwangi adalah luas kuadrat I+II+III+IV+V+ VI+VII+VI sebesar 8 m2.

        Daftar Pustaka
Fauzi Rohman, Imam. (2012). Metode Analisis Vegetasi. Blog Online. [14 April 2012].
Anugrah, Novia. (2011). Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan Struktur dan Komposisi Hutan. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar.